Febby Ulvia Agustine

Tuesday, 9 June 2020

Pada akhirnya kamu akan bertemu dengan seseorang yang kamu butuh bukan yang kamu ingin

Pada akhirnya kamu akan bertemu dengan seseorang yang kamu butuh bukan yang kamu ingin


Pernah sebegitu cintanya, namun hilang juga
Pernah sebegitu percayanya, namun kecewa juga

Kalimat yang pernah terlintas dalam hati, pikiran dan diri sendiri. Sebagai mantan korban cinta, patah hati dan air mata. Bukanlah hal yang asing bagiku dulu. Sampai ketitik di mana akhirnya sadar bahwa cinta juga harus menggunakan ilmu. Bukan hanya sekadar rasa, cinta tumbuh dengan perawatan-perawatan yang baik. Ilmu paling baik menjaga cinta adalah tidak mencintai seseorang melebihi cintamu pada Rabb-Mu.

Kehilangan seseorang yang dicintai bukanlah hal mudah untuk dilalui, ada perasaan sedih, kecewa dan patah hati terlebih apabila orang yang dicintai sudah lama kita kenal dan sudah lama kita lalui waktu bersama dengannya. Namun ada hal yang perlu diingat bahwa segala sesuatu yang dalam genggaman akan hilang dengan sendirinya jika memang itu bukan hak kita untuk memilikinya.

Kita hanya perlu bersahabat dengan luka yang kemudian meniadakannya dengan senyuman

Karena sesuatu hal yang sudah pergi sudah sejatinya dibiarkan pergi, karena jika dipaksa untuk tetap tinggal maka perasaaan-perasaan yang ada tidak akan kembali tunggal.
Perihal seseorang yang telah pergi, dan tak akan pernah kembali lagi. Ikhlas akan menjadi sebuah jalan untuk menerima. Lepas kemudian hilang.

Sebab kecewa berarti kalah, untuk perasaan yang tumbuh kemudian aku melepaskannya dengan menyeluruh

Tiba waktunya hatimu akan tegas kepada yang tidak jelas sebab sesuatu yang hilang dan pergi tak akan ku cari lagi. Sebab menemukan seseorang yang baru akan membuat hidupku jauh lebih baik daripada menyesali kepergianmu.

Bangkit dari luka, kemudian bertemu belahan jiwa. Antara yang baik dan yang lebih baik.

Ketika hubungan yang kau bilang baik itu terpaksa berakhir, sebenarnya kau hanya sedang diselamatkan Tuhan dari orang yang tidak baik. Namun itu bukan berarti dapat diartikan bahwa apa yang tidak bersamamu sekarang itu adalah seseorang yang tidak baik.
Ia akan tetap baik, hanya saja untuk sekarang ini ia bukanlah seseorang yang baik bagimu. Karena jika bagi Tuhanmu ia adalah seseorang yang baik, maka keadaan tak akan memisahkan kalian seperti sekarang.

Karena sesuatu hal yang baik harus berakhir untuk memberi jalan bagi yang lebih baik mengambil alih. Sudah saatnya kau diperbaiki lagi oleh orang lain yang lebih baik.

Pada akhirnya kamu akan bertemu dengan seseorang yang kamu butuh bukan yang kamu ingin.

Awalnya aku tidak paham tentang apa yang aku butuhkan dari laki-laki. Sepanjang aku menjalani hubungan dengan laki-laki yang aku dapatkan hanyalah pelajaran hidup bukan teman hidup. Pernah bahagia namun kembali terluka. Hadir kecewa kemudian muncul bahagia. Siklus yang sering kali dijumpai dalam kehidupan.

Soal kehidupan sehari-hari, tahulah aku mana yang aku butuh dan mana yang cuma ingin. Namun perkara jodoh? Gimana cara mengetahuinya?

Sempat terlintas beberapa kriteria, beberapa harapan memiliki yang sesuai keinginan. Namun itu semua tidak aku dapatkan. Tetapi berjalannya waktu, apa yang sebenarnya aku butuhkan?
Ahh, selama ini aku hanya diperumit dengan keinginan, keegoisan, terhadap sesuatu penilaian yang menurut aku sudah baik, padahal kenyataannya tidak.
Kemudian aku berpikir dan kemudian terlintas dalam benakku : aku akan tahu apa yang aku butuhkan saat aku bertemu orangnya.

Akhirnya aku baru tahu, yang sebenarnya aku butuhkan adalah “kesederhanaan”. Bukan hanya kesederhanaan kehidupan sehari-hari, tetapi kesederhanaan dalam bersikap, dan terutama dalam berpikir. Kesederhanaan berpikir yang kamu tawarakan kepada aku membuat segalanya mudah, nyaman sekali.

Ternyata wanita yang banyak maunya sepertiku hanya butuh laki-laki sederhana, dia dengan kesederhanaanya tak hanya membuat pikiranku menemukan tujuan, kerumitan di kepalaku terbebaskan oleh kesederhanaannya.
Mungkin salah satu kekuatan cinta adalah membuat kita mempercayai hal-hal yang dulunya sulit, akan menjadi mudah dilalui jika bisa saling menerima kekurangan satu sama lain.

Jangan terlalu fokus mencari sehingga kamu lupa memperbaiki. Jika dirimu pantas ditemukan, maka kamu akan mudah menemukan.

Sebuah istimewa yang selalu diistimewakan, sebuah kurang yang selalu dicukupkan. Selamat menemukanJ

Wednesday, 24 January 2018

bekerja dengan hati menghasilkan prestasi

bekerja dengan hati menghasilkan prestasi

Kebetulan atau tidak setiap yang terjadi di kehidupan kita, semua adalah hasil dari takdir dan perencanaan-perencanaan yang dikerjakan dengan usaha dan kerja keras. Bertemu dengan orang-orang baik yang bisa dijadikan teman asyik merupakan kebahagiaan yang tak bisa dinilai pakai tolak ukur apapun. Allah selalu punya rencana baik tanpa kita ketahui sebelumnya.

Hidup tentang belajar memaknai setiap pertemuan, pengalaman dan kejadian yang ada di sekitar. Disini aku menemukan banyak pembelajaran yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Aku hadir didalam divisi terasyik di kantorku. Namanya BCS Division nama lainnya Roro Jonggrang Division. Hahaha

Selain menemukan teman-teman yang asyik. Tanpa disadari, timbul rasa nyaman ketika bekerja bersama mereka. Entah bagaimana cara Allah mempertemukan kami. Menyatukan orang-orang asyik dalam satu team yang kebetulan memiliki hobi yang sama, yaitu suka makan, suka jailin orang dan care banget satu sama lain. Eh satu lagi ketinggalan. Kita itu KOMPAK! 

Hari-hari di kantor itu berasa happy karena suasananya kaya lagi ada di kampus aja, sarapan bareng, makan siang bareng, makan malem bareng, pulang bareng sampe lembur aja bareng :''')
Mungkin karena isinya anak tahun 90an semua wkwk

Memaknai pertemuan dengan bersyukur meskipun pekerjaan kami seabrek tapi kami tetep ketawa aja. Merasa nggak ada beban kalau udah bercanda dan ketawa bareng mereka. Azeeekkk

1 tahun 7 bulan bekerja disini, nyamannya udah kaya keluarga sendiri. Bekerja dengan no baper. Tapi selalu total kalau ngerjain apapun. Semua untuk hasil terbaik. Bekerja dengan hati menghasilkan prestasi.

Ngomong-ngomong soal prestasi. Alhamdulillah akhir tahun 2017 aku mendapatkan penghargaan "the best employee of the year 2017", tentunya prestasi ini nggak didapat cuma-cuma. Tapi semua karena hasil kerja keras selama ini. Didukung sama team yang luar biasa hebat dan Bos yang super duper hebat dan perhatian membuat kita belajar banyak darinya.


Bukan orang hebat cuma orang biasa yang selalu mau memaknai pelajaran-pelajaran berharga di sekitar.
Kamu punya impian?
Pastinya semua orang punya impian. Pastinya semua orang punya keinginan. Sama denganku.

Bekerjalah dengan hati dan sungguh-sungguh karena kita tidak pernah tau usaha keberapa yang dijadikan Allah hasil terbaik. Karena Orang hebat tidak terbentuk secara instan. 

Oiyaaa aku mau kasih tau sedikit kisah dibalik jawaban dari prestasi yang aku dapet kemarin, jadi tahun 2016 pas masih jadi karyawan baru aku melihat pengumuman the best employee of the year 2016. Lalu dalam hati, aku bilang "ya Allah semoga tahun depan bisa jadi the best employee, lulus sarjana, karyawan tetap dan naik gaji". Itu Doa sederhana yang terlontar tanpa disengaja. Ketika seneng aja melihat muka-muka bahagia dari orang-orang yang mendapatkan penghargaan itu.
Keesokannya impian-impian yang kebetulan itu aku bacain sholawat aja. Dengan harapan siapa tau beneran terwujud kan beruntung banget, kalau engga juga ga masalah. Namanya juga mimpi kan geratis ngga ada yang larang hehehe. Karena aku tau Allah maha baik. Selain di sholawatin aja. Doa orang tua itu ampuh banget buat setiap keberuntungan hidup kita. Terus jangan lupa sedekahnya ya. Karena sebagian dari harta kita itu ada hak mereka.

Nah jadi aku itu anaknya seneng banget punya impian besar, banyak banget target dan rencana di kepala sampe kadang suka sakit kepala sendiri sangking banyak yang dipikirin. Hmmm keseringan kalau kepengen sesuatu ya cuma bisa bilang dalam hati terus di sholawatin aja. Siapa tau suatu saat nanti terwujud. Aamiin

Impian yang kebetulan itu, yang awalnya cuma diucap dalam hati terus di sholawatin. Alhamdulillah Desember 2017. Aku berhasil mendapatkan penghargaan sebagai the best employee of the year 2017.

Jadi, menurutmu ini kebetulan atau bukan?
Yang aku tau ini itu hasil dari usaha yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh melalui ikhtiar doa dan kerja keras yang dilakukan dengan hati. Nggak ketinggalan juga Doa orang tua dan orang lain yang mungkin ikut mendoakan yang terbaik buat aku.

**
Bekerjalah dengan hati, lakukan semuanya dengan potensi terbaikmu. Masalah hasil biarkan ia menjawab sesuai dengan usaha yang udah kamu lakukan. Ibaratnya, kamu ngga akan dapat hasil 100 kalau kamu usahanya cuma 50. 




















berpendidikan tinggi untuk meraih mimpi

berpendidikan tinggi untuk meraih mimpi





Lulus sidang Diploma III tahun 2015 kemudian mendapatkan tawaran bekerja di salah satu perusahaan non profit ''yayasan sosial' di daerah Jakarta Selatan sebagai seorang sekretaris. Dari zaman kuliah memang aku udah suka banget sama yang namanya kegiatan sosial, jadi tanpa berpikir banyak aku menerima tawaran itu sambil mengisi kekosongan sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru. Maklum karena baru freshgraduate ketika mendapatkan rezeki tawaran kerja, jadi langsung diambil aja. Namanya juga kesempatan sekaligus emang hobi juga sama kegiatan sosial.
Hanya butuh waktu 6 bulan bekerja di perusahaan tersebut, aku memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan baru. Selain itu alasan aku resign juga karena aku berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana. Akhirnya jadi pengangguran deh hehehe. 

Melamar sana sini, sampai interview berkali-kali, tes psikotes diberbagai bidang perusahaan. Gagal berkali-kali. Tidak membuatku putus asa, meski rasa lelah dan kecewa sempat hadir. Tapi kembali lagi, harus terus berusaha karena tujuan bekerja pada saat itu adalah untuk bayar kuliah.

Sedangkan aku sudah mendaftar kuliah dengan modal nekad dan percaya Allah pasti kasih rezekinya.
Terus berusaha dan berdoa, Alhamdulillah Allah mendengarkan Doaku. Setelah 6 bulan jadi pengangguran akhirnya aku dapat panggilan kerja di salah satu Perusahaan di Jakarta Pusat. Tidak butuh waktu lama. Akhirnya aku diterima disana.

Hari berganti putarannya menjadi bulan tak terasa menjalani kerja sambil kuliah tidaklah mudah. Fokus menjadi terbagi banyak. Tenaga dan waktu harus pintar membaginya. Jadi, rumahku di Depok, kerjaku di Jakarta Pusat dan kuliahku di Jakarta Selatan. Alhamdulillah semua bisa terlewati. Cukup dengan waktu 1 tahun 5 bulan akhirnya aku lulus sidang dan resmi menyandang gelar Sarjana Administrasi Bisnis, tepatnya di bulan Agustus 2017. Semua berkat kerja keras, Doa dan dukungan dari orang-orang disekitarku.

Oiyaaa rasanya bahagia banget bisa jadi seorang Sarjana, selain itu merupakan impianku dari dulu. Aku juga bahagia karena bisa lulus Sarjana pakai biaya sendiri. Rasanya tuh ada kebanggaan tersendiri. Alhamdulillah, tanpa Allah dan Doa orang tua. Aku gabisa seperti saat ini.

Terus kalau udah jadi Sarjana, masih mau lanjut lagi ga Feb belajarnya? 

Kemudian, muncul beberapa pertanyaan dari teman-teman sekitarku.
Tentu jawabannya "IYA DONG", kalau ada yang bayarin lanjutin S2 dengan senang hati aku jawab MAU atau misalkan ada yang menawarkan beasiswa lanjut S2 dan aku diberi kesempatan pasti nggak akan menolaknya. Tapi untuk saat ini, S2 belum jadi prioritasku jika memang harus menggunakan biaya sendiri. Oleh karena itu aku minta Doa dari kalian semua semoga aku bisa lanjut S2 seperti impianku.


**
Hikmah dan pesan dari ceritaku, teruslah bermimpi karena mimpi itu gratis tapi jangan cuma mimpi tapi lakukan usaha dan kerja keras untuk dapat mewujudkannya. Teruslah belajar, karena belajar tak mengenal usia dan kata berhenti. Jadilah wanita cerdas, karena kelak kamulah guru terbaik untuk anak-anakmu.

Tuesday, 23 January 2018

tips membagi waktu antara kuliah dan bekerja

tips membagi waktu antara kuliah dan bekerja


berpendidikan tinggi bukan suatu hal yang tabu dikalangan masyarakat saat ini, semua orang ingin berpendidikan tinggi untuk mencapai beberapa hal yang ia inginkan, baik dalam meraih gelar atau keberhasilan di dunia pekerjaan.
berhasil lulus Diploma III pada tahun 2015 tidak membuat saya berhenti berjuang untuk melanjutkan pendidikan kembali untuk mendapatkan gelar Sarjana. tahun 2016 saya mulai melanjutkan pendidikan saya, akhir tahun 2017 saya berhasil menyandang gelar Sarjana Administrasi Bisnis.
tentunya pencapaiaan yang saya dapatkan bukan karena kebetulan, tetapi melewati beberapa tahap kerja keras dan hasil usaha yang tiada henti.
pada saat saya kuliah S1, saya lakukan sambil bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. belajar membagi waktu dan tetap bisa fokus terhadap target kelulusan membuat saya harus tetap bisa menghandle semuanya secara rapi dan teratur.

ditulisan kali ini aku ingin membagi beberapa tips membagi waktu agar kamu bisa fokus terhadap target dan pencapaiaan yang dilakukan secara bersamaan:
  1. kamu harus tahu terlebih dahulu skala prioritas kamu sebelum kamu bisa melakukan hal lain secara bersamaan, skala prioritas ubisa membantu kamu mendahulukan kegiatan yang lebih penting terlebih dahulu
  2. kerjakan sesuatu hal sampai tuntas, baru kamu bisa lanjut kepekerjaan lain. jika kamu menyelesaikan pekerjaan setengah hati kamu tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan lainnya
  3. biasakan memiliki to do list yang rapi dan teratur agar kegiatan kamu terstruktur dan terencana
  4. belajar untuk berkomitmen terhadap setiap keputusan yang sudah kamu buat, supaya setiap targetmu bisa terealisasikan sesuai waktu yang sudah kamu tentukan
4 poin di atas merupakan kekuatan saya melakukan aktivitas secara bersamaan, karena kuliah sambil kerja bukan dua hal yang mudah dilakukan secara bersama-sama tetapi jika ada kanemauan dan tekad yang kuat kamu bisa melakukan itu semua.

teruslah semangat meraih apapun impianmu, ku yakin kamu aku atau kita semua terlahir hebat dan bisa!











Sunday, 14 January 2018

lentera filantropi

lentera filantropi



Berbagi memberi arti, mungkin kalimat yang pantas untuk menggambarkan setiap kegiatan yang bertujuan memberi hal-hal baik kepada orang yang membutuhkan.
Tepat bulan Oktober 2017 kemarin, saya dan teman-teman saya menciptakan satu wadah kebaikan untuk mereka yang membutuhkan. Kami berinama kegiatan tersebut adalah "Lentera Filantropi", seperti namanya Lentera Filantropi diharapkan dapat menjadi pelita, cahaya, dan memberikan cinta untuk orang-orang yang pantas menerimanya.

Lentera Filantropi memilik visi dan misi yang tentunya diharapkan dapat terus memberikan kebaikan bagi sesama. Adapun beberapa fokus kegiatan yang akan dikembangkan melalui Lentera Filantropi;

  1. Kelas Inspirasi : Kegiatan ini akan diisi oleh lebih dari satu orang ahli dibidangnya, dimana orang tersebut dapat memberikan pengalamannya dan dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
  2. Beasiswa : Kegiatan ini akan berfokus terhadap menghimpun dana melalui perorangan, perusahaan maupun pemerintah. Mungkin akan mencoba agar tembus ke CSR dari lembaga itu sendiri. Alternatif lain mencari donatur tetap di kegiatan ini. Dana tersebut akan disalurkan untuk biaya pendidikan anak-anak sampai remaja. 
  3. Wirausaha : Kegiatan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan peluang. Memaksimalkan kreativitas, kemauan dan keinginan menciptakan inovasi-inovasi baru.
  4. Kreativitas : Kegiatan ini diisi oleh orang yang ahli dalam kreativitas sehingga mampu memberikan pembelajaran kepada mereka yang membutuhkan untuk dapat mengasah kreativitas yang ada pada diri agar dapat digunakan untuk menciptakan sesuatu hal yang baru.
Kita akan pergi dari satu desa ke desa yang lain, melihat seberapa besar peluang yang membutuhkan bantuan. Fokus terhadap perkembangan self development remaja dan anak-anak. 

Kegiatan yang akan kita lakukan adalah setiap bulan untuk mengunjungi satu desa, kemudian akan dilakukan follow up terus menerus. Untuk beasiswa akan dilakukan dalam waktu jangka panjang. Kita akan mencoba di daerah Jabodetabek terlebih dahulu. 

Mohon doanya semoga kegiatan ini dapat segera berjalan, mengingat kegiatan ini masih dalam tahap penyempurnaan tujuan dan fokus kerja.

Thursday, 22 December 2016

surga kecilku, Bunda!

surga kecilku, Bunda!

A : "Manajer itu ganteng banget ya, masih muda lagi"
B : "Enak kali ya punya suami yang mapan, ganteng dan sholeh"
A : "Enaklah, kita mau beli apa aja tinggal minta"
C : "Duh...ileh udah ngomongin kriteria calon suami aja, lulus aja belom wkwkwk"
A : "Gapapa kali siapa tau kesampean hahaha"
B : "Eh tapi bentar deh, kalian nanti kalau udah menikah mau jadi wanita karir atau wanita rumahan?"
A : "Wanita karir yang kitanya juga kerja terus waktu untuk anak cuma ada di malam hari dan weekend aja? Terus kalau jadi wanita rumahan yang full time ngurus rumah dan full time sama anak?"
B : "Yoi, kalau gue sih pengennya jadi wanita karirlah. Gila aja bokap gue udah biayain gue kuliah mahal-mahal masa iya gue enggak jadi wanita karir"
A : "Nah bener juga tuh, kalau lo pilih mana?"
C : "Emang kalau jadi full time mother nggak boleh sekolah sampai jenjang pendidikan paling tinggi?"


Perbincangan sederhana ketiga wanita yang bersahabat sejak SMA. Ketika saya masuk usia 20 tahun saya mulai mencari tahu apa sebenarnya perbedaan antara full time mother dengan wanita karir. Ada beberapa artikel dan beberapa buku parenting yang saya baca pada waktu itu. Tentunya saya sendiri bingung apakah nantinya saya ingin menjadi wanita karir atau menjadi full time mother. Memang benar bahwa pada fase usia 20 tahun keatas tentunya sudah mengalami fase kebimbangan antara pendidikan, karir dan menentukan pasangan hihihihi. Tidak menjadi hal yang tabu ketika usia 20 tahun keatas teman seangkatan kita sudah banyak yang menyebar undangan pernikahan hahaha

Jika melihat dari kasus perbincangan di atas ada dua pokok masalah, pertama menginginkan pasangan yang mapan, ganteng dan sholeh. Kedua bingung memilih untuk menjadi full time mother atau wanita karir. Yuk kita coba bahas satu persatu;

Untuk kasus yang pertama, tentunya semua wanita bahkan semua orang menginginkan 'kesempurnaan', namun yang perlu kita ketahui bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Mungkin ketiga hal tersebut didapat juga melalui proses panjang. Tidak ada yang instan. Seperti halnya sosok laki-laki mapan, ganteng dan sholeh tentunya dibelakangnya ada peran wanita yang menemaninya dari 0, entah itu ibunya, calon istrinya atau istrinya. Ya bisa dipakai dengan logika, mana ada laki-laki yang sudah berada pada fase tersebut mau dengan wanita yang biasa-biasa saja. So, untuk para wanita yang ingin mendapatkan laki-laki seperti itu ya kuncinya satu menjadi sosok yang cerdas, cantik dan sholehah juga. Tanpa susah payah akan datang laki-laki sesuai dengan apa yang kita harapkan. 

Untuk kasus yang kedua, menurut saya peran ibu untuk seorang anak tentu sangat amat berperan aktif dan berpengaruh besar. Wanita karir atau full time mother semua memiliki porsi masing-masing terhadap cara pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Ibu adalah madrasah terbaik untuk anak-anaknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak tentunya harus dalam pengawasan orang tua. Pembentukan karakter anak tumbuh dan berkembang atas kerja keras kedua orang tuanya. 

Kembali lagi menjadi wanita karir atau full time mother semua tergantung pilihan dan kesepakatan bersama antara suami dan istri. Namun jika suami meminta kita untuk menjadi full time mother ya sebisa mungkin harus kita lakukan dengan penuh keikhlasan, dengan catatan suami bisa memenuhi segala kebutuhan rumah tangga. Wanita karir ataupun full time mother tetap saja kodrat wanita adalah menjadi istri terbaik untuk suami dan ibu terbaik untuk anak-anaknya. Pendidikan pertama yang didapatkan oleh anak adalah melalui ibunya. Walaupun nantinya menjadi full time mother, kita harus tetap berpendidikan tinggi. Karena anak-anak membutuhkan ibu yang cerdas untuk menjadikannya anak yang cerdas. Generasi yang akan datang tergantung kita berperan sebagai orang tua. 

"Ihhh tapi kan sayang dong ijazah Sarjana bahkan Masternya kalau ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga"

Nah loh...muncul lagi pertanyaan semacam itu -_____-
Tidak ada yang percuma dan tidak ada yang mubazir, karena ilmu harus terus dipelajari dan dipahami. 

Rasulullah SAW bersabda: أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Kehidupan di dunia ini rupanya tidak sepi dari kegiatan belajar, sejak mulai lahir sampai hidup ini berakhir. 

Sudah jelaskan Hadits di atas?
Bahwa menuntut ilmu tidak ada matinya.
Jangan beranggapan kita kuliah sampai S2 sekalipun kalau nantinya jadi ibu rumah tangga itu akan menjadi hal yang mubazir, karena ilmu tersebut akan terus bermanfaat untuk mendidik anak-anak kita.


  • Ketika menjadi wanita karir, kita tentunya harus bisa membagi waktu antara pekerjaan, mengurus suami dan mengurus anak. Kita harus tahu secara detail apa yang anak butuhkan, mulai dari perkembangannya (sikap, mental, pendidikan, karakter). Ibu adalah orang pertama yang kepekaannya tidak bisa tertandingi oleh apapun terhadap anaknya. 

  • Ketika menjadi full time mother, walaupun kerjaannya cuma ngurus rumah, suami dan anak tetap saja harus memiliki hobi lain dan kegiatan lain yang mengembangkan bakat. Jangan lupa untuk bersosialisasi agar tidak boring, jangan menutup diri untuk berkembang juga. Ibu rumah tangga tidak boleh kalah hebat dengan wanita karir. Ibu rumah tangga juga harus berpendidikan tinggi, agar dapat mendidik anak-anaknya menjadi cerdas. 

Wanita kelak akan menjadi sayap (pelengkap) bagi laki-laki.

Jadi kamu ingin menjadi wanita karir atau full time mother?
Setiap pilihan selalu ada resiko, tetapi menjadi wanita karir atau full time mother keduanya adalah peran yang sangat mulia. Karena tujuan akhirnya adalah membahagiakan. Hal paling penting adalah tidak melupakan peran sebagai seorang ibu dan peran sebagai seorang istri. Karena ibu adalah madrasah terbaik untuk anak-anaknya kelak.

Ibu adalah malaikat kecil untuk anaknya, kesabaran dan keikhlasannya tak mampu diisyaratkan dengan sebuah kata karena itu semua disematkan dalam hati. Cinta yang tak pernah tertandingi oleh cinta yang lain. Ketulusan yang tak memerlukan penjabaran untuk dapat bisa dirasakan. 
Karena melalui senyumannya, terlahir sebuah harapan. Harapan akan masa depan.

Terima kasih Bunda, karena denganmu aku mengerti bahwa tidak ada cinta lain yang dapat menandingi cinta darimu, dedikasimu sangat tinggi bunda, tulus kasihmu kau pancarkan hanya untukku. Karena aku mencintaimu dengan hati, yang tak pernah ku sematkan pada wanita selain dirimu. Selamat hari Ibu, Bunda! :)

Semangat menjadi ibu terbaik
Semangat menjadi istri terbaik
Karena peran wanita sangat amat luar biasa untuk mencetak generasi yang luar biasa :)



With love
Febby Ulvia Agustine
Jakarta, 22 Desember 2016

Thank you for reading :)