Febby Ulvia Agustine

Monday, 21 December 2015

kecewa itu menguatkan, sebab kecewa berarti kalah

kecewa itu menguatkan, sebab kecewa berarti kalah

“Mengikhlaskan memang berat, namun itulah salah satu cara melupakan!”
Kecewa adalah satu kata yang tidak pernah habis dibahas ketika harapan tidak sesuai dengan realita, ketika ekspektasi terlalu tinggi namun kenyataannya tidak sejalan dengan prediksi kita.

Tidak bisa dihindari Tidak bisa dilupakan Tidak bisa dicerna dengan akal sehat Itulah kecewa….. Tertanam dalam relung jiwa tanpa disadari Bersemayan dihati tanpa dijumpai
Semua orang pasti penah merasakan kecewa, dalam hal apapun itu saya yakin pasti semua orang pernah mengalaminya. Bagaimana caramu mengatasi kecewa?
Pastinya diantara kita memiliki cara masing-masing dan tentunya berbeda-beda ketika dihadapkan pada posisi “kecewa”… Entah itu diam, marah atau malah balas dendam.
Kecewa itu hal yang wajar, namun menjadikan kecewa sebagai point pertama meratapi kesedihan itulah yang salah. Kita boleh saja kecewa, namun jangan menghambat semua kemajuan kita karena sebuah kekecewaan yang kita alami, rasakan dan hadapi. Kecewa itu menguatkan! Dengan adanya kecewa kita belajar ikhlas, belajar sabar, belajar kuat dan belajar banyak pengalaman untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Tidak percaya? Coba buktikan!
Misal kecewa dalam cinta…
Ini permasalahan yang kerap kali dipertanyakan oleh mereka para remaja yang curhat kepada saya, bahkan saya juga pernah mengalaminya loh hehehe
“Ketika kita menaruh harapan lebih ke si (dia) namun dianya biasa aja, menganggap kita itu bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa dalam hidupnya. Bahkan terucap kata this isn’t love

Nah loh! Yang seperti ini buat kita kecewa gak? Tentunya IYA! Tetapi tidak menghambat kita untuk bangkit kembali.
Saya ingat dengan kata-kata ini:

“Kita harus sadar bahwa nobody’s perfect. Kita bikin salah, lupa, dan lain sebagainya. Nah kalau semua orang itu ga ada yang perfect, ngapain juga kita berharap jauh ke mereka? We are all the same. Jangan memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi ke orang karena berharap ke orang itu bikin bete sendiri kalau ga kesampean. Jangan gantungkan kebahagianmu kepada orang lain. Dengan berharap berarti kita memberi syarat untuk kebahagiaan kita. So, try not to ngasih syarat buat kebahagiaan kita dengan menaruh ekspektasi ke orang lain….”

Jadi ketika kamu, aku atau siapapun merasakan kecewa ya disyukuri saja. Memang berarti ada yang salah dalam diri kita yaitu kita yang terlalu berharap lebih pada manusia, padahal dia juga tidak sempurna. Mulai sekarang tetaplah hanya berharap sama Allah yang dijamin tidak akan mengecewakan, selalu memberikan jawaban terbaik dari Doa-Doa yang telah kamu panjatkan. Percayalah!
Berharap boleh, tetapi tidak berlebihan. Tetaplah pada konteks biasa saja dan ingat bahwa no body’s perfect. Gantungkan harapan tertinggimu pada Tuhanmu sendiri…



Reading to Writing
Writing to Inspiring

Jakarta, 21/12/15
FUA





Monday, 7 December 2015

belajar dari tukang gojek

belajar dari tukang gojek

"Rezeki sudah diatur oleh Allah, jadi seharusnya kita tidak perlu khawatir. Hanya saja kita harus terus berusaha dan kerja keras"



Sebuah pernyataan yang terlihat simple namun maknanya luar biasa. Pernyataan tersebut terlontar dari mulut seorang tukang gojek. Pada malam itu, Sabtu 05/12/15 pertama kalinya saya naik gojek. Awalnya saya sangat degdegan karena tidak terbiasa naik gojek, saya terbiasa dengan naik angkutan umum dan kereta atau dijemput papa saya. Malam itu saya memberanikan naik gojek dari Tanjung Barat sampai kerumah saya daerah Depok Timur.

Tukang gojek yang saya dapatkan, seorang bapak-bapak yang memang sudah cukup usia. Sekitar 45 keatas, namun semangatnya sangat tinggi. Dia yang sangat amat komunikatif sehingga perjalanan kami yang berjarak 19 km lebih tidak terasa bosan. Ditemani dengan rintikan hujan yang turun serta kemacetan jalanan pada malam minggu tidak membuat suasana perjalanan kami membosankan. Sepanjang perjalanan saya mengajak bapak gojek tersebut untuk mengobrol, saya menanyakan pengalamannya sudah berapa lama menjadi tukang gojek. Hanya membuka pertanyaan yang terlihat simple dan pastinya pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang umum dilontarkan para penumpang gojek seperti saya. Akhirnya obrolan kami semakin seru, banyak yang kami bicarakan sepanjang perjalanan, mulai dari yang namanya perjuangan di dunia kerja, mencari uang, mencari rezeki, membagi waktu, menghadapi orang-orang yang curang satu hal yang sangat amat menyentuh saya ketika bapak gojek itu melontarkan sebuah pernyataan.

"Saya suka heran dengan orang-orang yang sibuk kesana kemari mencari rezeki, namun diri mereka lupa terhadap kewajibannya terhadap Allah (Sholat), mereka rela meninggalkan sholat hanya karena takut kehilangan penumpang. Saya jika sudah memang waktunya adzan sebisa mungkin saya mencari musholla atau masjid. Saya tahu persaingan menjadi tukang gojek saat ini memang banyak. Tentu saja kita semua disini yang menjadi tukang gojek rebutan orderan penumpang. Tetapi saya yakin bahwa rezeki sudah Allah atur, jadi saya tidak perlu khawatir tidak mendapatkan penumpang. Yang penting saya tetap berusaha dan kerja keras. Betul tidak mba? (menanyakan kepada saya)"

Pernyataan ini diutarakan percis di depan kfc lenteng agung malam itu diiringi rintikan hujan, rasa haru, kagum dan menjadi pengingat juga untuk saya. Saya atau kalian mungkin sering menunda waktu sholat jika memang sedang fokus dan sibuk terhadap pekerjaan kita. Tetapi Allah tidak pernah bosan memberikan rezeki diwaktu yang tepat untuk kita. Pelajaran hidup yang bisa kita ambil hikmahnya.

Jangan sibuk mencari uang sampai lupa terhadap pemberi rezeki. Rezeki-Nya bertebaran di mana-mana, dekati pemilik Rezeki kita. InshaaAllah kita mendapatkan apa yang kita butuhkan sesuai dengan porsinya. Toh kadar kebahagiaan seseorang berbeda-beda tergantung dari rasa syukur yang ada pada dirinya sendiri.

Yang sedang bekerja semoga betah dengan pekerjaannya dan berkah, yang belum mendapatkan pekerjaan semoga tetap diberikan semangat untuk terus mencari pekerjaan, yang sudah pada level tertinggi jangan pernah bosan untuk berbagi, perlu diingat bahwa rezeki dari Allah bertebaran di mana-mana, tidak perlu cemas dan khawatir karena Allah selalu bersama kita. Dekati saja Allah sang pemilik segalanya.

"God is a good director"

Tetaplah bersyukur, tetaplah berjuang sob!
Semoga Allah senantiasa meRidhoi langkah kita semua. Aamiin

***Semua tulisan saya, menjadi pembelajaran juga untuk diri dan hidup saya kedepannya.
Jangan bosan untuk saling menginspirasi, baik itu dari pengalaman pribadi maupun orang lain. Semoga bermanfaat!



Jakarta, 7 Desember 2015

FUA

Tuesday, 18 August 2015

dear Allah, dalam diam izinkan aku mencintainya

dear Allah, dalam diam izinkan aku mencintainya

Tak ada kata yang mampu ku isyaratkan kepadamu, rasanya terlalu lemah ketika aku harus mengucapkannya padamu. Rasa yang memang seharusnya tidak ada, namun ia datang tanpa diduga dengan sejuta rasa yang mengendap dalam hati. Inginku utarakan namun lidah ini memilih untuk diam dalam kekakuan untuk tidak mengatakan. Dan jika memang “cinta dalam diamku” diberi kesempatan untuk berkata dalam dunia nyata, akan kubiarkan ia tetap dalam posisi diam tanpa isyarat yang terucap dalam kata.
Karena dalam diamku tersimpan kekuatan.. kekuatan harapan …
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.. Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hambanya yang berharap padanya?
Karena didalam cinta, keheningan lebih berarti daripada percakapan, sebab cinta awalnya bukan kata melainkan rasa. Biarkan rasa itu terpendam dalam hati, biarkan rasa itu terdiam tak berkata. Karena tidak semua yang kita rasakan harus diketahui orang lain. Ada kalanya sesuatu yang dirasakan cukup kita saja yang mengetahui, jika memang kita akan membuat semua keadaan tidak senyaman seperti dahulu. Karena tidak semua cinta harus diutarakan, ada cinta diam yang tak mampu diisyaratkan melalui sebuah kata namun bisa melalui sebuah tindakan nyata.
Cukup cintai dalam diam
bukan karena membenci hadirnya
tetapi menjaga kesuciannya
bukan karena menghindari dunia
tetapi meraih syurga-NYA
bukan karena lemah untuk menghadapinya
tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus & menyelusup
Cukup cintai dari kejauhan
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian
karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan
karena mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga
Cukup cintai dengan kesederhanaan
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
Menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan
Cintailah dengan keikhlasan
Karena tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati


“.. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(Al Baqarah : 216 )


Dear Allah, maaf terlalu banyak permintaan didalam sujudku pada setiap sepertiga malamMu. Izinkan aku untuk tetap terus mencintaiMu tanpa mengalahkan dari cinta yang lain. Izinkan aku merindukan SyurgaMu melebihi rasa rinduku padanya. Ketika ku belajar mengenal diriku sendiri, bagaikan berkaca ditengah keramaiaan khalayak tanpa ada yang mengetahuinya. Aku mencoba berdiri dengan iman yang masih turun naik karena banyak proses yang dilalui hari demi hari, detik demi detik dan bulan pun berganti tahun, dan akhirnya sampailah aku pada keistiqomahan yang dengan kerasnya usaha ku untuk membangunnya, tanpa campur tangan Allah aku tak bisa seperti ini.
“Tidak sulit bagi ALLAH untuk menciptakan suatu keindahan..
Mudah bagi Allah untuk membolak – balikkan hati kita..Diamlah..
biarkan cinta dalam diammu hanya kau dan ALLAH yang mengetahuinya”

Monday, 17 August 2015

kokohkan sebuah kepercayaan

kokohkan sebuah kepercayaan




Setiap manusia hidup untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Kepercayaan menjadi mahal harganya ketika seseorang tersebut ingin dirinya dihormati dan dihargai. Kepercayaan adalah sesuatu hal yang tertanam pada diri setiap orang kepada seseorang yang ia percayai. Kepercayaan bisa diartikan juga seperti menaruh sebuah harapan. Kepercayaan akan hilang dan berubah arti menjadi sebuah kesia-siaan saat kepercayaan tersebut dikhianati. Kepercayaan layaknya sebuah kertas putih yang rapi dan bersih. Kemudian kertas tersebut kita remas menjadi lecek dan kusam, lalu kita menyadarinya dan terlintas sebuah pertanyaan “Akankah kertas tersebut kembali seperti semula? Bersih dan rapi?” Tentu jawabannya “Tidak, mengapa?” Karena sekali kita remas kertas tersebut tidak akan kembali sempurna. Sama halnya seperti sebuah kepercayaan.
Sebagai contoh simple: kita diberikan kepercayaan oleh orang lain, lalu dengan mudah kita khianati kepercayaan itu semua. Apakah masih tersisa sebuah kepercayaan tersebut? Jawabannya tentu TIDAK! Mengapa? Karena seseorang yang telah dikhianati sebuah kepercayaannya akan sulit mengembalikan itu semua. Sebenarnya menjaga sebuah kepercayaan sangatlah mudah, ketika kita memang yakin dan bisa menjaganya maka semua itu akan berjalan baik. Nah bisa diibaratkan juga kepercayaan seperti pondasi awal sebuah bangunan. Akan tercipta sebuah bangunan yang kokoh dan indah ketika pondasi tersebut sangat kuat dan mampu menopang bangunan-bangunan lain.
Ada kepercayaan dalam usaha nih, Kepercayaan adalah kekuatan “daya tarik” yang luar biasa untuk mengundang peluang ber-transaksi. Kalau melihat penjelasan para pakar marketing, transaksi adalah sasaran riil jangka pendek yang dicapai oleh kesepakatan antarpihak. Transaksi ini pada hakekatnya bukan saja akan dilakukan oleh para pedagang atau pembisnis, tetapi akan dilakukan oleh semua orang yang menjalankan aktivitas usaha, apapun usaha itu, termasuk juga bekerja.
Selanjutnya, Kepercayaan akan mampu mengurangi sekian persen potensi problem dalam hubungan antarmanusia. Hubungan yang saya maksudkan di sini bisa hubungan apa saja, mungkin bisnis, mungkin profesi, rumah tangga, persahabatan dan lain-lain. Seperti yang kita alami, hubungan kita dengan orang lain itu tak hanya menjadi sumber solusi. Terkadang juga menjadi sumber problem. Problem inipun ada yang berupa kesulitan, dilema, dan misteri. Pokoknya, warna-warni problem itu bisa dikatakan tak terhitung.

Jika dicek ulang apa saja yang menjadi pemicu munculnya problem dalam hubungan, saya yakin kepercayaan termasuk salah satu faktor yang terbesar. Jika kepercayaan itu ada dalam sebuah hubungan memang tidak berarti problem akan hilang, tetapi jika kepercayaan itu sudah hilang, dipastikan akan banyak muncul problem. Problem yang diakibatkan oleh hilangnya kepercayaan ini biasanya melahirkan sebuah ketidakpercayaan.
Kepercayaan itu datangnya dari orang lain tetapi alasannya dari kita. Artinya, ada dua pihak yang terlibat di sini. Karena itu sangat mungkin terjadi kasus penyimpangan. Misalnya saja, kita mempercayai orang yang tidak atau belum layak dipercaya. Atau juga, kita belum atau tidak dipercaya orang lain padahal kita sudah menyiapkan alasan untuk dipercaya. Kebanyakan orang sudah mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk membangun kepercayaan dan mengetahui apa saja yang perlu dihindari karena akan merusak kepercayaan orang. Tetapi sayangnya hanya sedikit orang yang mau dan mampu melakukannya. Padahal, pada akhirnya kepercayaan itu butuh pembuktian, bukan pernyataan.
Kasarnya, biarpun kita sudah ahli di bidang tertentu, tetapi kalau belum ada orang yang mempercayai keahlian kita, keahlian itu manfaatnya masih belum banyak buat kita. Mungkin atas dasar inilah George MacDonald pernah mengatakan: “Dipercaya itu nilainya lebih besar ketimbang dicintai.”
Nah yuk mulai sekarang kita bangun sebuah kepercayaan dengan tidak merusak bagian dari kepercayaan tersebut, karena kepercayaan adalah sesuatu yang mahal, dan akan menjadi sulit kembali seperti semula ketika kepercayaan tersebut sudah hancur dan hilang.

bodoh, pintar hanya sebutan saja!

bodoh, pintar hanya sebutan saja!

Didunia ini sebenarnya tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang malas yang enggan belajar untuk mendapatkan suatu hasil. Orang bodoh itu hanya sebutan saja, karena sebenarnya dia mampu melakukan hal yang orang pintar lakukan. Hanya saja rasa malas menutupi semua kemampuan mereka. Orang pintar mampu memperoleh yang ia inginkan karena ia sangat rajin dalam proses pencapaiaan keinginan tersebut.
Mengapa dirinya disebut bodoh, karena mereka tidak berani untuk melakukan hal yang biasa dilakukan oleh orang pintar. Rasa malas yang sudah mengendap pada diri mereka yang menjadikan mereka tidak bisa melakukan hal yang orang pintar lakukan. Sedangkan orang pintar mempunyai keberanian, ketelitian, keuletan dan rajin dalam melakukan sesuatu hal maka dari itu dia mampu mendapatkan hasil dari apa yang ingin dia capai. Dan dia mendapat julukan orang pintar, bukan karena takdir tetapi dari usaha mereka yang selalu ingin berusaha, belajar dan usaha tiada henti. Sedangkan orang malas mereka lah yang mendapat julukan orang bodoh. Karena mereka tidak mau, tidak mampu melakukan apa-apa yang seharusnya mereka lakukan.
Kamu termasuk orang yang mana? Rajin atau malas?


Semua bisa terlatih jika kita memang membuka diri untuk mencoba hal-hal yang dapat mengantarkan kita kepada sebuah impian. Rajin itu bisa dibentuk didalam karakter pada diri kita, semua hanya butuh latihan dan proses saja. Ketika kita melakukan itu semua dengan tekun dan tanpa henti maka kita bisa memperolehnya. Ketika diri kita sudah tertanam sikap rajin, maka dengan sendirinya kebiasaan orang-orang pintar itu akan ada pada diri kita. Kuncinya jangan pernah menyerah, karena rajin itu dilatih, dibentuk dan tidak datang dengan sendirinya jika diri kita sendiri malas untuk melakukannya.

Lantas bagaimana menjadi pribadi yang rajin?

-Mulailah dari diri kita sendiri
Biasakan diri kita untuk melakukan sesuatu hal secara tepat waktu dan tidak menunda-nunda pekerjaan karena itu akan menjadikan kita lalai dan yang nantinya akan menghambat proses hasil yang ingin dicapai. Jangan pernah melakukan sesuatu hal secara mendadak karena akan membuat diri kalian keteter dengan deadline yang dapat menyita waktu kalian sendiri.
-Mulailah dari lingkungan kita
Jauhi sifat meremehkan segala sesuatu yang ada pada sekitar kita dan belajarlah dari pengalaman orang lain, karena dengan begitu kita dapat melakukan hal yang lebih baik lagi kedepannya.
-Dan ingatlah bahwa kesempatan tidak datang dua kali, dan waktu adalah pedang. Jika kita mampu menggunakan waktu dengan baik maka dia akan menjadi senjata ampuh untuk kita. Namun sebaliknya jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu, secara perlahan dia akan membunuh kita. So pilih yang mana? Hidup memang dibatasi oleh waktu tetapi jangan sampai kita diperbudak oleh waktu, justru kitalah yang harus mengendalikan waktu. Karena semua yang kita lakukan akan menghasilkan hasil yang maksimal jika kita pandai dalam me-manage waktu dan melakukan semua dengan NIAT dan Keyakinan yang kuat.

manajemen waktu

manajemen waktu

Manajemen memiliki arti seni yaitu melaksanakan dan mengatur.


Sangatlah jelas bahwa waktu juga harus dilaksanakan, harus diatur dengan sebaik mungkin. Supaya waktu yang kita miliki tidak terbuang sia-sia begitu saja. Jika anda ingin membuat perubahan nyata dalam hidup anda, anda harus terlebih dahulu memulai dengan belajar bagaimana secara efisien dalam mengelola waktu dan mengetahui juga bagaimana mengelola hidup dengan baik. Manajemen waktu yang baik adalah tentang prioritas yang tepat, baru setelah itu tercipta manajemen yang tepat. Kualitas hidup anda tergantung pada manajemen yang cerdas dari waktu yang anda miliki.
Bagaimana cara memanage waktu dengan baik, saya ada beberapa tips yang bisa dilakukan:
1.Menguasai daftar hal-hal yang harus anda lakukan (To do list)
Buatlah daftar secara jelas tentang kegiatan yang akan anda lakukan, setelah itu kuasi daftar list tersebut. Dan lakukanlah setiap list atau target yang telah ditulis tersebut sesuai dengan waktu pencapaiaannya. Tugas tersebut sebelumnya telah direncanakan, dan anda tidak boleh meremehkan setiap perencanaan yang telah dibuat. Karena sebuah perencanaan dapat membawa kita untuk dapat menyelesaikan suatu target yang ingin kita capai.
2.Belajarlah untuk mengatur prioritas anda
Anda harus belajar bagaimana mengatur prioritas anda secara efisien agar tidak membuang-buang waktu. Anda harus meletakan prioritas kegiatan yang paling urgent pada posisi pertama untuk dapat diselesaikan lebih awal. Jangan pernah mengabaikan tugas-tugas penting lainnya untuk mendapatkan hasil yang tidak signifikan.
3.Jangan takut untuk mengatakan TIDAK
Anda harus belajar sekali-sekali untuk mengatakan tidak dan menolak tugas-tugas yang tidak bisa anda selesaikan. Karena memaksakan suatu kehendak maka hasilnya tidak akan baik dan maksimal. Jangan pernah melakukan suatu kegiatan diluar batas kemampuan dan kesanggupan kita. Lakukan setiap kegiatan dengan penuh cinta dan ketulusan. Supaya kegiatan atau pekerjaan tersebut dapat terselesaikan dengan mudah. Karena jika kita menyanggupi semua kegiatan atau pekerjaan akan membuat kita menjadi stress dan merasa terbebani, ambillah suatu tugas yang memang kita sanggup untuk menyelesaikannya.
4.Lakukan delegasi
Jika memang kita memiliki suatu pekerjaan yang lebih dari satu dan kita rasa itu terlalu banyak, jangan pernah sungkan untuk melakukan delegasi. Jangan mengerjakan semuanya sendiri jika memang tidak sanggup karena nantinya hasil tidak akan maksimal. Kenali mana tugas yang dapat diselesaikan oleh orang lain, dan mana tugas yang dapat diselesaikan oleh diri sendiri. Kemudian berikan delegasi kepada orang lain yang dapat menyelesaikan tugas kita. Supaya semua dapat terselesaikan tepat waktu (sangat cocok digunakan dalam organisasi)
5.Hindari menunda suatu pekerjaan
Hal ini sangat amat diperlukan, karena kebanyakan dari kita senang sekali dengan yang namanya menunda suatu pekerjaan. Dengan begitu pekerjaan kita mudah terbengkalai dan tidak dapat teselesaikan dengan tepat waktu. Hindarilah sikap emnunda pekerjaan, namun tanamkanlah sikap tepat waktu untuk menyelesaikan segala pekerjaan.
Rencanakan setiap waktu untuk kegiatan tak terduga, sehingga kita bisa memprediksikan setiap kegiatan yang kita lakukan. Supaya kegiatan tersebut dapat kita lakukan dengan tepat waktu, dan kita menjadi mampu mengatur waktu dengan baik.

Manajemen waktu adalah suatu keterampilan yang memerlukan waktu untuk menguasainya sehingga mulailah bekerja dengannya! Pada akhirnya, manajemen waktu akan memberi anda waktu tambahan yang anda butuhkan untuk dapat menikmati apa yang paling penting bagi anda dan mengubah hidup anda menjadi lebih baik.

sebelum kau memulai menulis

sebelum kau memulai menulis

“memulai adalah salah satu cara kita mengetahui akhir dari sebuah perjalanan” (FUA)

1. Coret-coret dikertas
Kalau kamu bingung mau mulai nulis darimana, silahkan kamu ambil kertas. Lalu tuliskan apa yang ingin kamu tulis. Biarkan tulisan itu abstrak terlebih dahulu, jangan terlalu berfokus pada hasil yang bagus jika kamu tidak berani menikmati sebuah proses dalam hal menulis. Biarkan ide itu keluar tanpa sebuah paksaan. Ingat proses editing dalam hal menulis itu belakangan, kamu cukup menuliskan apa yang ada dipikiran kamu saat ini saja. Agar ide itu tidak hilang arah.
2. Membaca buku
Membaca buku bisa menjadi referensi kamu untuk menemukan ide. Ingat: ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Menulis dan membaca itu sepasang. Jika ingin menjadi seorang penulis maka kamu harus banyak membaca, supaya memiliki wawasan yang luas, dapat mengembangkan bahasa menjadi sebuah cerita yang dapat disampaikan dan dinikmati para pembaca.
3. Blog walking
Belajarlah dari tulisan orang lain. Jangan egois menganggap bahwa tulisan kita sudah benar. Karena orang hebat dan sukses hanyalah mereka yang mau terus belajar walaupun ilmu mereka sudah banyak. Jangan berhenti untuk belajar dari pengalaman orang lain, coba kunjungi blog atau tulisan orang lain. Pelajari dan ambil hikmah dari setiap kata demi kata yang dituliskannya. Jadikan sebagai bahan pembelajaran dan penemuan ide baru untuk mengembangkan tulisan.
4. Berdiskusi
Biasanya ide mengalir ketika kita sudah bertukar pikiran dengan orang lain. Berdiskusilah dengan teman, saudara atau siapapun agar ide yang muncul dapat mengalir begitu saja. (Hal ini biasa saya lakukan ketika saya kekurangan ide untuk menulis)
5. Wudhu lalu sholat
Tanpa disadari inspirasi datangnya dari sang Maha Pencipta, berdoalah kepadaNya. Mintalah petunjuk agar dipermudah segalanya dan dilancarkan dalam menulis dan menemukan ide baru untuk menulis.