Febby Ulvia Agustine

Tuesday, 18 August 2015

dear Allah, dalam diam izinkan aku mencintainya

Tak ada kata yang mampu ku isyaratkan kepadamu, rasanya terlalu lemah ketika aku harus mengucapkannya padamu. Rasa yang memang seharusnya tidak ada, namun ia datang tanpa diduga dengan sejuta rasa yang mengendap dalam hati. Inginku utarakan namun lidah ini memilih untuk diam dalam kekakuan untuk tidak mengatakan. Dan jika memang “cinta dalam diamku” diberi kesempatan untuk berkata dalam dunia nyata, akan kubiarkan ia tetap dalam posisi diam tanpa isyarat yang terucap dalam kata.
Karena dalam diamku tersimpan kekuatan.. kekuatan harapan …
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata.. Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hambanya yang berharap padanya?
Karena didalam cinta, keheningan lebih berarti daripada percakapan, sebab cinta awalnya bukan kata melainkan rasa. Biarkan rasa itu terpendam dalam hati, biarkan rasa itu terdiam tak berkata. Karena tidak semua yang kita rasakan harus diketahui orang lain. Ada kalanya sesuatu yang dirasakan cukup kita saja yang mengetahui, jika memang kita akan membuat semua keadaan tidak senyaman seperti dahulu. Karena tidak semua cinta harus diutarakan, ada cinta diam yang tak mampu diisyaratkan melalui sebuah kata namun bisa melalui sebuah tindakan nyata.
Cukup cintai dalam diam
bukan karena membenci hadirnya
tetapi menjaga kesuciannya
bukan karena menghindari dunia
tetapi meraih syurga-NYA
bukan karena lemah untuk menghadapinya
tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus & menyelusup
Cukup cintai dari kejauhan
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian
karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan
karena mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga
Cukup cintai dengan kesederhanaan
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
Menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan
Cintailah dengan keikhlasan
Karena tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati


“.. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(Al Baqarah : 216 )


Dear Allah, maaf terlalu banyak permintaan didalam sujudku pada setiap sepertiga malamMu. Izinkan aku untuk tetap terus mencintaiMu tanpa mengalahkan dari cinta yang lain. Izinkan aku merindukan SyurgaMu melebihi rasa rinduku padanya. Ketika ku belajar mengenal diriku sendiri, bagaikan berkaca ditengah keramaiaan khalayak tanpa ada yang mengetahuinya. Aku mencoba berdiri dengan iman yang masih turun naik karena banyak proses yang dilalui hari demi hari, detik demi detik dan bulan pun berganti tahun, dan akhirnya sampailah aku pada keistiqomahan yang dengan kerasnya usaha ku untuk membangunnya, tanpa campur tangan Allah aku tak bisa seperti ini.
“Tidak sulit bagi ALLAH untuk menciptakan suatu keindahan..
Mudah bagi Allah untuk membolak – balikkan hati kita..Diamlah..
biarkan cinta dalam diammu hanya kau dan ALLAH yang mengetahuinya”

About Author

Febby Ulvia Agustine
Febby Ulvia Agustine

Author

Hello, I am Febby Ulvia Agustine. I created this blog as a form expressing of my life. I'll update daily posts between review; writing, social activity, etc.

0 komentar:

Post a Comment