Febby Ulvia Agustine

Monday, 7 December 2015

belajar dari tukang gojek

"Rezeki sudah diatur oleh Allah, jadi seharusnya kita tidak perlu khawatir. Hanya saja kita harus terus berusaha dan kerja keras"



Sebuah pernyataan yang terlihat simple namun maknanya luar biasa. Pernyataan tersebut terlontar dari mulut seorang tukang gojek. Pada malam itu, Sabtu 05/12/15 pertama kalinya saya naik gojek. Awalnya saya sangat degdegan karena tidak terbiasa naik gojek, saya terbiasa dengan naik angkutan umum dan kereta atau dijemput papa saya. Malam itu saya memberanikan naik gojek dari Tanjung Barat sampai kerumah saya daerah Depok Timur.

Tukang gojek yang saya dapatkan, seorang bapak-bapak yang memang sudah cukup usia. Sekitar 45 keatas, namun semangatnya sangat tinggi. Dia yang sangat amat komunikatif sehingga perjalanan kami yang berjarak 19 km lebih tidak terasa bosan. Ditemani dengan rintikan hujan yang turun serta kemacetan jalanan pada malam minggu tidak membuat suasana perjalanan kami membosankan. Sepanjang perjalanan saya mengajak bapak gojek tersebut untuk mengobrol, saya menanyakan pengalamannya sudah berapa lama menjadi tukang gojek. Hanya membuka pertanyaan yang terlihat simple dan pastinya pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang umum dilontarkan para penumpang gojek seperti saya. Akhirnya obrolan kami semakin seru, banyak yang kami bicarakan sepanjang perjalanan, mulai dari yang namanya perjuangan di dunia kerja, mencari uang, mencari rezeki, membagi waktu, menghadapi orang-orang yang curang satu hal yang sangat amat menyentuh saya ketika bapak gojek itu melontarkan sebuah pernyataan.

"Saya suka heran dengan orang-orang yang sibuk kesana kemari mencari rezeki, namun diri mereka lupa terhadap kewajibannya terhadap Allah (Sholat), mereka rela meninggalkan sholat hanya karena takut kehilangan penumpang. Saya jika sudah memang waktunya adzan sebisa mungkin saya mencari musholla atau masjid. Saya tahu persaingan menjadi tukang gojek saat ini memang banyak. Tentu saja kita semua disini yang menjadi tukang gojek rebutan orderan penumpang. Tetapi saya yakin bahwa rezeki sudah Allah atur, jadi saya tidak perlu khawatir tidak mendapatkan penumpang. Yang penting saya tetap berusaha dan kerja keras. Betul tidak mba? (menanyakan kepada saya)"

Pernyataan ini diutarakan percis di depan kfc lenteng agung malam itu diiringi rintikan hujan, rasa haru, kagum dan menjadi pengingat juga untuk saya. Saya atau kalian mungkin sering menunda waktu sholat jika memang sedang fokus dan sibuk terhadap pekerjaan kita. Tetapi Allah tidak pernah bosan memberikan rezeki diwaktu yang tepat untuk kita. Pelajaran hidup yang bisa kita ambil hikmahnya.

Jangan sibuk mencari uang sampai lupa terhadap pemberi rezeki. Rezeki-Nya bertebaran di mana-mana, dekati pemilik Rezeki kita. InshaaAllah kita mendapatkan apa yang kita butuhkan sesuai dengan porsinya. Toh kadar kebahagiaan seseorang berbeda-beda tergantung dari rasa syukur yang ada pada dirinya sendiri.

Yang sedang bekerja semoga betah dengan pekerjaannya dan berkah, yang belum mendapatkan pekerjaan semoga tetap diberikan semangat untuk terus mencari pekerjaan, yang sudah pada level tertinggi jangan pernah bosan untuk berbagi, perlu diingat bahwa rezeki dari Allah bertebaran di mana-mana, tidak perlu cemas dan khawatir karena Allah selalu bersama kita. Dekati saja Allah sang pemilik segalanya.

"God is a good director"

Tetaplah bersyukur, tetaplah berjuang sob!
Semoga Allah senantiasa meRidhoi langkah kita semua. Aamiin

***Semua tulisan saya, menjadi pembelajaran juga untuk diri dan hidup saya kedepannya.
Jangan bosan untuk saling menginspirasi, baik itu dari pengalaman pribadi maupun orang lain. Semoga bermanfaat!



Jakarta, 7 Desember 2015

FUA

About Author

Febby Ulvia Agustine
Febby Ulvia Agustine

Author

Hello, I am Febby Ulvia Agustine. I created this blog as a form expressing of my life. I'll update daily posts between review; writing, social activity, etc.

2 komentar: