Febby Ulvia Agustine

Thursday, 7 January 2016

awalnya tidak peduli lama-lama jatuh hati

awalnya tidak peduli lama-lama jatuh hati

awalnya tidak peduli, lama-lama jatuh hati


Mungkin pernyataan di atas akan mengawali tulisan saya pada siang hari ini, sebuah kata yang akan melahirkan sebuah cerita yang sangat amat berkesan bagi hidup saya. Oleh karena itu, izinkan saya sedikit berbagi pengalaman berharga yang pernah saya dapatkan di tahun 2014 - 2015. Melalui kegiatan sederhana ini saya menemukan "cinta", tentunya bukan sebuah cinta untuk seorang laki-laki tetapi sebuah cinta terhadap kepeduliaan kegiatan sosial.

Berawal dari saya mengikuti salah satu kegiatan yang diadakan oleh BEM Kampus tercinta saya di PNJ yang waktu itu diketuai oleh Bang Ardy. Pada masa kabinet beliau ada salah satu proker bernamakan Community Development (COMDEV 2014). Awalnya saya tidak tertarik untuk mengikuti kegitan ini, tetapi sahabat saya yang bernama Mia Rachmawati yang membujuk saya untuk menemaninya ikut Open Recruitment kegiatan tersebut. Comdev merupakan kegiatan sosial di mana kita akan tinggal beberapa hari di sebuah Desa dan di sana kita akan melakukan pengabdian masyarakat dengan melakukan beberapa kegiatan. Usaha Mia saya apresiasi karena sudah membujuk saya dan akhirnya saya tertarik untuk mencoba daftar kegiatan tersebut. Proses OR sudah selesai, tinggal menunggu pengumuman. Singat cerita Alhamdulillah saya dan Mia diterima sebagai Panitia Comdev 2014, saya sebagai divisi Konsumsi dan Kesehatan sedangkan Mia sebagai divisi logistik. First Pleno ternyata di sana saya bertemu dengan Furqon dan juga Nurvi yang kebetulan satu Jurusan dengan saya dan Mia. 
Pleno 1 Comdev di depan Gd. A Teknik Mesin

Tepatnya 25 Januari 2014 - 12 Februari 2014 kami panitia yang berjumlah sekitar 30 orang mengabdi di Desa Jabon Mekar, Parung Bogor. Kami berangkat menggunakan Miniarta. Perlengkapan yang di bawa tentunya sangat banyak.


Di sana kami di beri fasilitas satu rumah warga yang tidak terpakai untuk kami menginap, ada juga pondok belajar di sana. Rumah tersebut kami gunakan untuk memasak. Karena kita nggak memungkinkan membeli makanan yang sudah jadi, lagi pula ada divisi Konsumsi yang tugasnya masak setiap hari untuk panitia yang lainnya. Seminggu 2 kali saya dan Nurvi dianter dengan panitia lain rutin pergi ke pasar berangkat pukul 04.00 subuh untuk belanja keperluan masak. Jarak Desa dan Pasar sekitar 15 menit. (sekalian belajar jadi istri dan ibu yang baik wkwkwk)

Kegiatan kami dimulai dengan senam pagi atau jogging keliling Desa. Setelah itu kami melakukan briefing panitia, tim konsumsi sudah menyiapkan sarapan biasanya kita sarapan gorengan dan teh manis atau kopi. Selesainya briefing kita melakukan jobdesk masing-masing. Saya dan tim Konsumsi yang lainnya bergegas ke dapur untuk masak. Weits jangan salah divisi Konsumsi dan Kesehatan selain jobdesknya masak dan urusan dapur kita juga ngurusin yang sakit (jika panitia ada yang sakit) menyiapkan perlengkapan obat-obatan dan juga kita ikut serta dalam semua kegiatan di comdev seperti menagajar, bermain, berkomunikasi dengan warga. Di comdev semua divisi bisa merasakan jobdesk divisi lain ko hehehe (namanya juga keluarga).

Awalnya nggak betah, karena tidur hanya beralaskan tikar. Terkadang udaranya dingin, panas, banyak nyamuk, ya pokoknya nggak senyaman di rumah sendiri. Baru beberapa hari di sana rasanya udah kangen emak bapak hahaha pengen pulang aja rasanya. Tetapi kita semua sudah berkomitmen, bahkan jadwal pulang selama 17 hari di sana ada jatahnya. Perorang hanya boleh 2 kali menggunakan kesempatan untuk pulang. Pokoknya di sana kita hidup mandiri banget deh. Tapi disini saya menemukan cinta, menemukan keluarga baru, menemukan kebahagiaan yang disertai kenyamanan. Bagaimana tidak, ketika diri ini mampu berbagi untuk orang lain tentunya akan terlahir sebuah makna kebahagiaan tersendiri.

Beberapa kegiatan yang kita lakukan di sana:


Mengajar PAUD


Kelas Melukis


Kerja Bakti bersama Warga


Belajar Menari Tradisional


Outbond


Sigiber (Sikat Gigi Bersama)


Ngeliwet Bareng Warga

Masih banyak lagi kegiatan lain yang kita lakukan di sana, tentunya bermanfaat, bahagia luar biasa. Yuk bisa disimak di twitter @COMDEV2014

17 hari membawa cinta, memberikan kepeduliaan bermakna, hidup hanya satu kali sayang jika hanya dibuang tanpa adanya momen membekas untuk kehidupan yang sangat luar biasa. 

Berakhirnya kegiatan COMDEV 2014 tidak membuat kita berhenti menebar manfaat dan memberikan inspirasi. Saya dan teman-teman Comdev awalnya gagal move on dari Desa Jabon, bagaimana tidak 17 hari kita lalui bersama, suka duka kita lewatin bersama dari mulai cari air susah, mandi numpang di rumah warga, makan dengan makanan seadanya, tidur hanya beralaskan tikar ahhh rasanya masih banyak kegiatan yang selalu tersimpan indah dalam memori ingatan saya. 
Saya kebetulan anak tunggal, tetapi semenjak ikutan Comdev saya seperti menemukan keluarga baru, saya bisa merasakan memiliki kakak abang dan adik di sana. Alhamdulillah hidup saya bahagia dikelilingi orang-orang yang menginspirasi seperti mereka. 

Kegagalan move on kita berbuah karya, kecintaan kita terhadap kegiatan sosial akan terus melekat dalam hati. Mungkin karena sudah jatuh hati. Akhirnya kita membuat konsep baru, konsep di mana bentuk kasih dan cinta untuk adik-adik di Desa Jabon. Berupa pemberiann beasiswa untuk SD - SMP namun kita akan melakukan seleksi siapakah yang pantas mendapatkan beasiswa tersebut. Lantas sumber dana dari mana?

AHAIIII.... itu dia, kita punya ide mengajak seluruh Mahasiswa PNJ untuk ikut serta. CARANYA? Kita melakukan sosialisasi baik dari sosmed, famplet, ataupun datengin kekelas-kelas seluruh Jurusan yang ada di PNJ. Kebayang nggak? Mahasiswa PNJ ada 6000 orang lebih. WOW! 
Setiap mahasiswa diwajibkan memberikan Rp.500/minggu jadi setiap mahasiswa memberikan Rp.2000/minggu kepada kita. Kita lakukan koordinasi dengan ketua kelas. Setiap Jurusan terdapat PJ koordinasi kebetulan saya waktu itu menjadi PJ Jurusan Teknik Mesin. 

Eitsssss ini legal atau ilegal? Legal donggggg....sebelum kita sebar konsep dan informasi ini ke Mahasiswa tentunya kita sudah mengurus surat perizinan atas kegiatan ini kepada Direktur di PNJ. Ketika sudah turun SK yang menyatakan bahwa kegiatan ini SAH maka baru deh kita berani mem publish nya. 

Nama kegiatannya adalah CAHAYA (Celengan Mahakarya). Founder dari kegiatan ini ada Febby Ulvia, Raji Saputra, Mukti Sya'ban. Al Fahrul, Agus Supriyadi, Nurvi Setya, Mia Rachmawati, Intan Pratam, Ahmad Taufik, Chafid Adnan, Rizky, M Danidzar dan masih banyak lagi. 





Karena saya dan teman-teman sudah menjadi Alumni PNJ, saat ini cahaya di kelola oleh BEM selanjutnya. Semoga apa yang sudah kita lakukan akan menjadi momen tak terlupakan, akan terus mencari dan menciptakan inspirasi dari kegiatan lain. Mau tau tentang cahaya yuk follow twitternya @CAHAYA_PNJ. Kita berharap CAHAYA akan terus ada dalam proker BEM PNJ. Karena dengan berbagi akan menemukan cahaya terang indah dan bermakna dalam hidup kita. #SemangatBerbagi #SemangatMenginspirasi

Mohon Doanya kita akan membuat suatu komunitas baru lagi, tentunya masih sama tentang kegiatan sosial. Semoga rencana baik kita dimudahkan dan diberi kelancaran oleh Allah SWT. Aamiin :)

Karena memberi kontribusi tidak menunggu nanti, karena memberi inspirasi tidak menunggu hebat, karena menjadi bermakna bisa dimulai dari sekarang. Life is choice sob!

Dari kegiatan inilah saya menemukan cinta, menemukan kepeduliaan terhadap keadaan sekitar, dari kegiatan inilah saya menjadi seseorang yang sangat amat mencintai kegiatan sosial. Kegiatan sosial mengajarkan kita arti berbagi, berbagi dan berbagi.


With Love
07/01/2016
Feel free to sharing 085779155630 :)

-FUA-