Febby Ulvia Agustine

Saturday, 20 February 2016

ikhlas adalah kekuatan



"Sakit atau tersakiti adalah proses pembelajaran, setiap perjalanan hidup kita akan ditemui atau menemui sesuatu hal yang tidak sesuai dengan prasangka kita. Berbaik sangkalah atas segala ketetapan-Nya"

Perasaan tersakiti memang  bisa menimbulkan dendam, ketika ada luka dalam hati, tersirat sebuah kesalahan darinya membuat diri menjadi tak berarti. Ketika hati membuat semuanya menjadi mati, rasa yang pernah ada mungkin akan perlahan memudar dari pandangan. Entah untuk dia yang sudah membuatmu terluka atau untuk menjaga perasaanmu agar tidak terluka kembali.

Meski dibalik kata memaafkan tetap ada luka yang membekas dan memori yang tersimpan, namun biarkan itu semua menjadi pelengkap untuk dijadikan suatu pembelajaran untuk hidupmu sendiri. Seberapa besar keikhlasan yang tertanam pada dirimu, sebesar itu pula kekuatan yang ada pada dirimu.  

Mengikhlaskan memang berat, namun itulah salah satu cara melupakan

Ikhlas adalah salah satu cara membebaskan diri kita dari sesuatu hal yang mengganggu hidup, pikiran dan hati kita. Ikhlas dapat membuat diri kita menjadi bahagia karena merelakan sesuatu hal yang membuat diri kita rapuh, sakit atau terluka. Ketika ikhlas sudah menjadi karakter hati, ikhlas akan membuat kinerji kita bermakna dan tidak sia-sia. Segala kerisauan yang dirasakan selama ini akan hilang dan diganti dengan sebuah keyakinan bahwa semua adalah ketatapan dari-Nya. Ikhlas menjadi benteng kekuatan hati untuk tetap percaya bahwa segala ketetapan-Nya semua sudah diatur sedemikian rapi. Tinggal bagaimana cara kita mensyukuri segala yang terjadi.

Bagi orang yang ikhlas, tidak akan ada waktu untuk mengeluh. Merasa diri paling merana karena telah teluka. Entah itu karena sikap orang lain kepada kita atau tentang sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Kita harus percaya bahwa setiap kondisi datangnya dari Allah dan kita menyikapi kondisi tersebut untuk Allah. Ikhlas itu sulit, namun hidup tanpa keikhlasan jauh lebih sulit karena hatimu ditutupi oleh keegoisan. 

Ikhlas itu seperti surat Al-Ikhlas tidak ada kata Ikhlas didalamnya.


                                           أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ                                           

"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang".Q-S Ar-Ra'd ayat 28. 

Percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, semua sudah sesuai dengan ketetapan-Nya. Jangan perlu khawatir, Allah bersamamu. Ingatlah Allah maka hatimu akan tenang. Tinggalkan ia yang membuatmu resah, karena tidak ada satu helaipun daun yang jatuh tanpa ketetapan dari-Nya. 

Jika dirimu mengikhlaskan apapun yang telah terjadi pada hidupmu, percayalah Allah akan menggantikannya dengan sesuatu hal yang baru yang jauh lebih indah. Bersabarlah dan tetap semangat. Menjaga senyum indah itu agar hati dan pikiranmu tetap BAHAGIA!






Penikmat Senja, Hujan dan Bintang
Rumah, 20-02-2016

Febby U.A
*Note to My Self


About Author

Febby Ulvia Agustine
Febby Ulvia Agustine

Author

Hello, I am Febby Ulvia Agustine. I created this blog as a form expressing of my life. I'll update daily posts between review; writing, social activity, etc.

0 komentar:

Post a Comment