Febby Ulvia Agustine

Tuesday, 9 June 2020

Pada akhirnya kamu akan bertemu dengan seseorang yang kamu butuh bukan yang kamu ingin

Pada akhirnya kamu akan bertemu dengan seseorang yang kamu butuh bukan yang kamu ingin


Pernah sebegitu cintanya, namun hilang juga
Pernah sebegitu percayanya, namun kecewa juga

Kalimat yang pernah terlintas dalam hati, pikiran dan diri sendiri. Sebagai mantan korban cinta, patah hati dan air mata. Bukanlah hal yang asing bagiku dulu. Sampai ketitik di mana akhirnya sadar bahwa cinta juga harus menggunakan ilmu. Bukan hanya sekadar rasa, cinta tumbuh dengan perawatan-perawatan yang baik. Ilmu paling baik menjaga cinta adalah tidak mencintai seseorang melebihi cintamu pada Rabb-Mu.

Kehilangan seseorang yang dicintai bukanlah hal mudah untuk dilalui, ada perasaan sedih, kecewa dan patah hati terlebih apabila orang yang dicintai sudah lama kita kenal dan sudah lama kita lalui waktu bersama dengannya. Namun ada hal yang perlu diingat bahwa segala sesuatu yang dalam genggaman akan hilang dengan sendirinya jika memang itu bukan hak kita untuk memilikinya.

Kita hanya perlu bersahabat dengan luka yang kemudian meniadakannya dengan senyuman

Karena sesuatu hal yang sudah pergi sudah sejatinya dibiarkan pergi, karena jika dipaksa untuk tetap tinggal maka perasaaan-perasaan yang ada tidak akan kembali tunggal.
Perihal seseorang yang telah pergi, dan tak akan pernah kembali lagi. Ikhlas akan menjadi sebuah jalan untuk menerima. Lepas kemudian hilang.

Sebab kecewa berarti kalah, untuk perasaan yang tumbuh kemudian aku melepaskannya dengan menyeluruh

Tiba waktunya hatimu akan tegas kepada yang tidak jelas sebab sesuatu yang hilang dan pergi tak akan ku cari lagi. Sebab menemukan seseorang yang baru akan membuat hidupku jauh lebih baik daripada menyesali kepergianmu.

Bangkit dari luka, kemudian bertemu belahan jiwa. Antara yang baik dan yang lebih baik.

Ketika hubungan yang kau bilang baik itu terpaksa berakhir, sebenarnya kau hanya sedang diselamatkan Tuhan dari orang yang tidak baik. Namun itu bukan berarti dapat diartikan bahwa apa yang tidak bersamamu sekarang itu adalah seseorang yang tidak baik.
Ia akan tetap baik, hanya saja untuk sekarang ini ia bukanlah seseorang yang baik bagimu. Karena jika bagi Tuhanmu ia adalah seseorang yang baik, maka keadaan tak akan memisahkan kalian seperti sekarang.

Karena sesuatu hal yang baik harus berakhir untuk memberi jalan bagi yang lebih baik mengambil alih. Sudah saatnya kau diperbaiki lagi oleh orang lain yang lebih baik.

Pada akhirnya kamu akan bertemu dengan seseorang yang kamu butuh bukan yang kamu ingin.

Awalnya aku tidak paham tentang apa yang aku butuhkan dari laki-laki. Sepanjang aku menjalani hubungan dengan laki-laki yang aku dapatkan hanyalah pelajaran hidup bukan teman hidup. Pernah bahagia namun kembali terluka. Hadir kecewa kemudian muncul bahagia. Siklus yang sering kali dijumpai dalam kehidupan.

Soal kehidupan sehari-hari, tahulah aku mana yang aku butuh dan mana yang cuma ingin. Namun perkara jodoh? Gimana cara mengetahuinya?

Sempat terlintas beberapa kriteria, beberapa harapan memiliki yang sesuai keinginan. Namun itu semua tidak aku dapatkan. Tetapi berjalannya waktu, apa yang sebenarnya aku butuhkan?
Ahh, selama ini aku hanya diperumit dengan keinginan, keegoisan, terhadap sesuatu penilaian yang menurut aku sudah baik, padahal kenyataannya tidak.
Kemudian aku berpikir dan kemudian terlintas dalam benakku : aku akan tahu apa yang aku butuhkan saat aku bertemu orangnya.

Akhirnya aku baru tahu, yang sebenarnya aku butuhkan adalah “kesederhanaan”. Bukan hanya kesederhanaan kehidupan sehari-hari, tetapi kesederhanaan dalam bersikap, dan terutama dalam berpikir. Kesederhanaan berpikir yang kamu tawarakan kepada aku membuat segalanya mudah, nyaman sekali.

Ternyata wanita yang banyak maunya sepertiku hanya butuh laki-laki sederhana, dia dengan kesederhanaanya tak hanya membuat pikiranku menemukan tujuan, kerumitan di kepalaku terbebaskan oleh kesederhanaannya.
Mungkin salah satu kekuatan cinta adalah membuat kita mempercayai hal-hal yang dulunya sulit, akan menjadi mudah dilalui jika bisa saling menerima kekurangan satu sama lain.

Jangan terlalu fokus mencari sehingga kamu lupa memperbaiki. Jika dirimu pantas ditemukan, maka kamu akan mudah menemukan.

Sebuah istimewa yang selalu diistimewakan, sebuah kurang yang selalu dicukupkan. Selamat menemukanJ